mungkin ,,, aku belum bisa melupakanmu
belum bisa dan belum siap..
kala malam tiba, aku seperti pecandu narkoba
yang mencari2 narkoba saat timbul hasrat ingin mengkonsumsinya
kala diri ini sendiri, aku seperti orang yang sedang kehausan
yang berani melakukan apapun demi mendapatkan air.
aku bersandar dibalik pintu kamarku
ku usap setetes air yang keluar drimataku
ahh,,, menetes lagi, batinku
aku bertanya, kenapa airmata ini dengan mudahx keluar saat mengingatmu??
knapa hati ini dengan mudahnya sakit saat mendengar namamu dikait2kan dengan namanya?
membencimu, itu cara yang tepat..
tapi itu sulit,,, sangat sulit..
aku beranjak dari tempatku bersandar
lalu beralih kejendela yang sejak tadi sore kubiarkan terbuka lebar..
aku lihat bulan sedang tak nampak, namun bintang2 disekitarnya dengan cantikx setia menemani bulan itu
terus saja kuperhatikan, lalu ada diantaranya yang jatuh..
"bintang jatuh!" seruku dalam hati
ku teringat pesan dri orang2 yang meyakini tentang terkabulnya do'a saat bintang jatuh
kalaupun hari ini , detik ini aku harus berdo'a dan itu terxta dikabulkan
aku akan memohon semoga bisa tersenyum hari ini , esok , dan seterusnya
aku tk mau lagi mengusap airmataku sendiri
aku tak mau lagi bersandar dibalik pintuku
aku tak mau lagi menyakiti hatiku sendiri..
itu saja "bntang jatuh"
tak ada yang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar